Renungan

renungan/cate1

Kegiatan / Persekutuan

kegiatan/cate2

Iman Katolik

iman katolik/cate4

Program Tim Bidang

program tim bidang/cate3

Warta Ambrosius

warta ambrosius/cate5

Videos

videos/cate6

Recent post

MUKJIZAT ITU NYATA

Tidak ada komentar

 



Sebuah perkawinan pada umumnya akan dipestakan, sederhana atau meriah itu bukan menjadi alasan untuk tidak merayakannya. Semua akan bergembira karena adanya pesta perkawinan. Kaum keluarga dan kerabat serta sahabat yang dekat maupun yang jauh akan datang. Sebuah pesta yang dirancang dan didambakan. 


Dalam kisah Injil hari ini rupanya ada kesamaan orang Yahudi dengan orang Indonesia. Kesamaannya adalah orang Yahudi memiliki kebiasaan menggelar pesta perkawinan besar-besaran dengan mengundang banyak orang. Bahkan acara tersebut mereka gelar selama beberapa hari disertai perjamuan anggur di malam harinya.  Tak seorang pun berharap pesta perkawinan yang mereka gelar itu berakhir dengan kegagalan.  Inilah yang terjadi di pesta perkawinan di Kana. Saat pesta tengah berlangsung mereka mengalami kekurangan anggur.


Kekurangan anggur di tengah pesta adalah masalah serius dan sangat memalukan. Hal ini menunjukkan bahwa si tuan rumah tidak bisa menjamu para tamunya dengan baik, dan ini bisa menodai acara, kejadian ini  akan menjadi peristiwa yang tak mudah untuk dilupakan oleh si tuan rumah, kedua mempelai dan juga para undangan.


“Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.” Yohanes 2: 1-2


Ayat di atas menyatakan bahwa Yesus juga ‘kondangan’. Dari ayat ini, kita bisa menafsirkan kalau keluarga Yesus punya hubungan dekat dengan pasangan mempelai.


Yohane 2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” 2:4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?  Saat-Ku belum tiba.”


Namun, kenyataanya, Yesus  mengabulkan juga permintaan ibu-Nya. dan akhirnya terjadilah mukjizat pertama dalam pesta perkawinan itu. 

Penulis pribadi memaknai mukjizat pertama Yesus dalam pesta perkawinan artinya, Yesus juga memberkati sebuah perkawinan. Karena itu juga dalam Gereja Katolik, perkawinan merupakan salah satu sakramen juga. Karena itu, bagi Anda yang menikah, terberkatilah perkawinan kita semua (Amin).


Terjadi Mukjizat Air Menjadi Anggur


Bagaimana ini bisa terjadi? Menurut beberapa sumber yang penulis pelajari ada beberapa alasan mengapa mukjizat dalam perkawinan Kana bisa terjadi. 


Pertama karena adanya permintaan. Bunda Maria meminta Puteranya untuk melakukan pertolongan pada saat kritis ini. Perhatikan perkataan Bunda Maria. Permintaannya sangat halus. Ia seolah-olah menyampaikan berita kepada Yesus …. ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur …. Bunda Maria sangat yakin akan permintaannya yang tulus itu. Dari peristiwa ini kita bisa melihat bahwa mukjizat terjadi karena permintaan yang yakin dan percaya total. 


Kedua, mukjizat itu terjadi menurut waktu Tuhan. Meskipun dalam pernyataan Yesus …. “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?  Saat-Ku belum tiba.” Meskipun ada pernyataan demikian, karena permintaan yang sungguh dan penuh keyakinan akhirnya, waktu-Nya disegerakan. 


Ketiga karena ada kepercayaan dan kepatuhan. Yohanes 2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. 2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya. Sikap seorang pelayan yang patuh dan taat pada perintah, menjadikan mukjizat menjadi nyata. Kepatuhan dan ketaatan akan Allah menjadi salah satu mukjizat itu menjadi nyata. 


Keempat tujuan mukjizat itu bukan untuk kepentingan sendiri.  Bukan untuk memenuhi tong anggur yang akan disimpan di gudang untuk bisnis, tetapi untuk dibagikan kepada para tamu. Mukjizat terjadi saat kita sudah melepaskan keegoisan diri dari kehendak pribadi demi mementingkan diri. Demi kekayaan, ketenaran, kekuasaan, atau tujuan yang tak murni lainnya. 


Kelima, adanya kerjasama. Di dalam kisah ini terjadi kerjasama antara Tuhan Yesus, Bunda Maria, para pelayan, dan pemimpin pesta dengan crew nya. Semua orang ambil bagian sesuai tugasnya masing-masing. maka kita yakin juga bahwa mukjizat dalam hidup kita akan terjadi bila ada kerjasama antara kita, keluarga, komunitas, dan jangan lupa melibatkan Allah. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. (1Kor 12:6). 


Demikian yang bisa kita pelajari dari kisah Perkawinan di Kana. Kiranya mukjizat akan selalu nyata dalam hidup Anda dan saya, namun, ingat dengan syarat di atas. Maka sepanjang waktu kita akan memuji dan memuliakan nama-Nya. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Mzm 96:1.

(Ch. Enung Martina, Minggu kedua Januari 2022)



Sumber literasi: http://spinhk.org/perkawinan-di-kana/

https://www.jawaban.com

https://www.bible.com/id/bible/306/JHN.2.1-11.TB

Credit Image https://www.pakchristianweb.net/2021/03/


Kebersamaan Iman Dalam Keluarga

Tidak ada komentar


Sejatinya sebuah keluarga adalah tempat dimana kebersamaan selalu menyertai, situasi seperti pandemi sekarang ini dapat menjadikan momen kebersamaan semakin erat dirasakan. Sayangnya kebersamaan secara fisik belum menjamin semakin bertumbuhnya kebersamaan iman dalam keluarga. Tidak sedikit para orang tua yang semakin sibuk bekerja tanpa mengenal waktu akibat diterapkannya work from home, sementara anak-anak juga harus sekolah online dirumah dan jika masih ada waktu yang tersisa masing-masing akan sibuk dengan gadged nya untuk melepas penat yang membawa  hiburan sesaat. Menjadi permenungan bagi kita semua, keluarga yang seperti apa yang harus kita wujudkan?